Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Masalah Sosial dengan Menggunakan Metode Inkuiri Pada Siswa Kelas III UPTD SD Negeri 06 Sialang Kecamatan Kapur Ix Semester I Tp 2019/2020

  • SYAPRIN SYAPRIN SDN 06 Sialang Kecamatan Kapur IX
Keywords: Metode Inkuiri,, Hasil Belajar Siswa,

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kenyataan di lapangan pembelajaran di kelas III Sekolah Dasar (SD) belum menggunakan metode inkuiri, Berdasarkan pengamatan peneliti di UPTD SD Negeri 06 Sialang Kecamatan Kapur IX bahwa guru kelas III SD mengajarkan IPS masih dengan cara yang sama seperti berceramah dengan arti kata pembelajaran terfokus pada guru dan siswa tidak aktif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan mendapatkan informasi tentang pembelajaran IPS dengan menggunakan metode Inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar IPS yang meliputi(1) perencanaan, (2) pelaksanaan yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir, dan (3) hasil belajar.  Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru. Data penelitian ini berupa informasi tentang data hasil tindakan yang diperoleh dari hasil pengamatan, hasil observasi aktivitas guru dan siswa, tes awal dan tes akhir pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD terteliti yang berjumlah 18 orang. Setelah data terkumpul data disesuaikan dengan teknik kualitatif. Hasil penelitian Pada pra siklus jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 22,22% atau hanya 4 siswa saja. Pada siklus I dengan metode inkuiri jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 10 orang siswa dengan jumlah 55,56% dengan rata-rata 70,83. Hasil belajar siswa sangat meningkat pada siklus II yaitu 18 orang siswa atau 100% yang tuntas mempelajari materi masalah sosial dengan metode inkuiri dengan rata-rata 80,83. Aktivitas guru yang berlangsung pada siklus I diperoleh skor 76 dengan rata-rata 3,45 tergolong dalam kategori baik, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan skor 90 dan rata-rata 4,09 tergolong dalam kategori sangat baik. Aktivitas siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung pada siklus I memperoleh skor 49 dengan rata-rata 2,45 termasuk dalam kategori kurang, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan skor 70 dan rata-rata 3,50 tergolong dalam katagori sangat baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Depdiknas, 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas
Depdiknas, 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas
Ischak SU, dkk.1997. Pendidikan IPS di SD. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaa
Kunandar. 2008. Guru Profesional. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Moedjiono. 1993. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan
Mulyani, S, U, dkk. 1999. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
Nana, S. 1995. Dasar- Dasar Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Ngalim, P. 1996. Evaluasi Pendidikan dan Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya
Nurhadi. Dkk. 2002. Pembelajaran Kontestual(Contextual Teaching And Learning/ CTL) dan Penerapannya dalam KBK. Malang. Universitas Negeri Malang.
Oemar, H. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Ritawati, M, dkk.2007. Hand Out Mata Kuliah Metodologi Penelitian Tindakan Kelas. Padang: UNP
Udin S. Winata Putra. 2002. Materi dan Pembelajaran IPS SD. Universitas
Wina, S. 2008. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Published
2020-12-30