KONFLIK PERAN GANDA DAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PEREMPUAN

Authors

  • Tri Yulian Pratiwi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ike Betria Universitas Pasir Pengaraian

Keywords:

Karyawan Perempuan, Konflik Peran Ganda, Stress Kerja

Abstract

Di era globalisasi seperti sekarang ini, yang berperan sebagai seorang pekerja tidak hanya laki-laki saja tapi banyak perempuan yang juga bekerja. Hampir sebagian besar perempuan di Indonesia memiliki peran ganda yaitu selain sebagai seorang ibu dan istri bagi keluarganya juga merupakan seorang karyawan disebuah kantor atau perusahaan dan hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa akan semakin banyak juga karyawan perempuan yang akan mengalami stres dalam bekerja. Dengan melihat latar belakang seperti di atas maka penulis tertarik untuk mengangkat judul penelitian Konflik Peran Ganda dan Stres Kerja pada karyawan perempuan.metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan oleh peneliti memperoleh (r) = 0,312 dan p = 0,007 (p < 0,01). Berdasarkan hasil penelitian, terbukti bahwa hipotesis dalam penelitian ini sesuai dengan hasil yang didapatkan yaitu konflik peran ganda memiliki hubungan positif yang signifikan dengan stres kerja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anoraga, Pandji. 2006. Psikologi Kerja. Jakarta: Rineka Cipta.

Almasitoh, U.H. 2011. Stres Kerja Ditinjau dari Konflik Peran Ganda dan Dukungan Sosial pada Perawat. Jurnal Psikologi Islam, 1, 63-82.

Alves, Et. All. 2004. Short Version of the “Job Stress Scale”: a Portuguese-Language Adaptation. Jurnal Rev Saude Publica,2,38.

Azwas, S. 2013. Reliabilitas dan Validitas Ed IV. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Baskoro, A. 2015. Peluang, Tantangan, dan Resiko Bagi Indonesia dengan Adanya Masyarakat Ekonomi Asean. CRSM Indonesia. http://www.crsmindonesia, Diakses tanggal 28 Februari 2015.

Batur, O. Nart, S. 2013. The relation between work-family conflict, job stress, organizational commitment and job performance: A study on turkish primary teachers. Journal of Research on Education, 2, 72-81.

Benyamin. 2013. Hubungan Konflik Peran Ganda dengan Stres Kerja Pada Karyawati di CV. Semoga Jaya Samarinda. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Samarinda: Fakultas Psikologi.

Budiarti. 2011. Hubungan Antara stres Kerja dan Work Family Conflict Pada Ibu Berperan Ganda. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya.

Cahyandaru, P. Prawira, Y. 2013. Implementasi Prinsip-Prinsip CEDAW Dalam Penenganan Kekerasan Pada Perempuan di Spek-Ham Solo. Jurnal Hukum UNS.

Dhania, D.R. 2010. Pengaruh Stres Kerja, Beban Kerja Terhadap Kepuasan Kerja (Studi Pada Medical Representatif di Kota Kudus). Junal Psikologi Universitas Muria, Vol 1, No 1.

Diansari, E. 2006. Hubungan Antara Konflik Pada Wanita Peran Ganda Dengan Aspirasi Karier. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya

Fratiwi,W. 2010. Work-Family Conflik Ditinjau Dari Tuntutan Pekerjaan Pada Perempuan Berperan Ganda DI Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya.

Handoko, T.H. 2008. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia Ed 2. Yogyakarta: BPFE.

Indriyani, A. 2009. Pengaruh Konflik Peran Ganda dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Perawat Wanita Rumah Sakit. Tesis (Tidak Diterbitkan). Semarang: Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana.

Jacobus, O.A. Rusnawati, E. 2013. Konflik Antara Pekerjaan dan Keluarga, Stres Kerja Terhadap Kinerja Perawat Wanita Pada Rumah Sakit Bhetesda Yogyakarta. Jurnal Forum Ilmiah, Vol 10, No 1.

Jamadin, Et All. 2015. Work - Family Conflict and Stress: Evidence from Malaysia. Journal of Economics, Business and Management, Vol. 3, No. 2.

Lu, l. 1999. Work motivation, job stress and employees' well-being. Journal of Applied Management Studies, Vol 8, No 1.

Mangkunegara. 2005. Sumber Daya Manusia perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Matondang, Z. 2009. Validitas dan Reabilitas Suatu instrumen Penelitian. Jurnal Tabularasa PPS Unimed Vol.6 No.1.

Munandar. 2008. Psikologi Industri dan Organisasi. Jakarta : UI-Press.

Murtiningrum, A. 2005. Analisis Konflik Pekerjaan-Keluarga Terhadap Stres Kerja Dengan Dukungan Sosial Sebagai Variabel Moderasi. Tesis (Tidak Diterbitkan). Semarang: Program Studi Magister Manajemen Program Pascasarjana

Nelson & Burke. 1995. Gender Work Stress And Health. Amerika: American Psychological Association.

Poelmans, Stevens. 2001. Individual and OrganizationalIssues in Work-FamilyConflict.Research Paper.University of Navarra.

Rice, P.L. (1992). Stress and Health 2nd. California: Wadsworth, Inc.

Rini, Jacinta F. 2002. Stres Kerja. Jakarta: Team e-psikologi.com. http://www.epsikologi.com/masalah/stres.htm, diakses 15 april 2014.

Robbins, Judge. 2008. Perilaku Organisasi. Buku 2.Jakarta: Salemba Empat.

Robbins, S. P. 2006. Perilaku Organisasi. Edisi 10. Alih Bahasa Tim Indeks. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Sandra, Gary, & Cooper. 2005. Menageral Stress Are Women More At Risk?. Amerika: American Psychological Association.

Santrock, J. W.. 2002. Perkembangan Masa Hidup. Jakarta : Erlangga.

Triaryati, N. 2003. Pengaruh Adaptasi Kebijakan Mengenai Work Family Issue Terhadap Absen Dan Turnover. Jurnal Manajemen &Kewirausahaan Vol. 5, No. 1.

Tunjungsari, P. 2011. Pengaruh Stress Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Pada Kantor Pusat PT. Pos Indonesia (PERSERO). Jurnal Universitas Komputer Indonesia, Vol 1, No 1.

Weda. 2008. Hubungan Antara Kecerdasan Emosi Dengan Konflik Peran Ganda Pada Wanita Karir. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi dan Ilmu sosial budaya.

Downloads

Published

2021-12-29

How to Cite

Tri Yulian Pratiwi, & Ike Betria. (2021). KONFLIK PERAN GANDA DAN STRES KERJA PADA KARYAWAN PEREMPUAN. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos, 10(2), 1–14. Retrieved from https://journal.upp.ac.id/index.php/cano/article/view/1127