ANALISA TINGKAT KEMATANGAN TANDAN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE FLUORESENSI IMAGING BERDASARKAN LASER MODULASI

Authors

  • Hefniati Universitas Riau
  • Minarni Shiddiq
  • Erman Taer

DOI:

https://doi.org/10.30606/aptek.v12i1.166

Keywords:

Fluoresensi Imaging, tingkat kematangan, buah kelapa sawit, intensitas fluoresensi, laser dioda modulasi

Abstract

Metode pencitraan fluoresensi merupakan metode yang memanfaatkan cahaya untuk manganalisa karakteristik internal benda melalui intensitas fluoresensi. Pada penelitian ini metode pencitraan digunakan untuk menganalisa tingkat kematangan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Tingkat kematangan TBS kelapa sawit merupakan faktor utama untuk memprediksi kadar minyak yang dikandung. Metode ini menggunakan laser modulasi sebagai sumber cahaya. Tingkat kematangan TBS dikategorikan sebagai mentah (F0, F1), matang (F2, F3) dan lewat matang (F4). Sampel yang digunakan terdiri dari 27 TBS dari varietas Tenera. Sistem pencitraan fluoresensi yang digunakan terdiri dari kamera CMOS, laser dioda 640 nm, 20 mW yang dapat dioperasikan pada moda kontinudan modulasi pada frekuensi 1 kHz dan 50 kHz. TBS sisi bagian disinari cahaya laser pada 3 bagian yang disebut bagian pangkal, tengah dan ujung. Citra TBS yang disinari laser direkam kemudian diolah dengan program Image J. Hasil penelitian menunjukkan fluoresensi tinggi pada TBS tingkat F4, pengaruh frekuensi modulasi sangat jelas dimana pada frekuensi 1 kHz mempunyai intensitas yang tinggi.    

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2020-01-11