PENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK BOKASI KOTORAN AYAM BROILER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.)
DOI:
https://doi.org/10.30606/sungkai.v13i2.3649Keywords:
Cabai Rawit, Kotoran Ayam Broiler, Pupuk BokasiAbstract
Cabai merupakan hasil pertanian hortikultura yang sudah menjadi bagian dari budaya makanan masyarakat Indonesia. Kekhasan masakan Indonesia dengan cita rasa pedas merupakan salah satu faktor yang membuat cabai banyak dikonsumsi di Indonesia Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sisa tanaman, hewan atau manusia seperti pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos yang berbentuk cair maupun padat. Selain mudah dibuat sendiri dengan modal pembuatan yang murah, penggunaan pupuk organik juga menguntungkan bagi lingkungan, tanah dan tanaman karena pupuk organik dapat memperbaiki sifat-sifat tanah seperti sifat fisik, kimia dan biologi kotoran ayam merupakan limbah yang dihasilkan dari peternakan ayam yang dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Kotoran ayam memiliki potensi yang besar sebagai pupuk organik. Penggunaan bahan organik kotoran ayam mempunyai beberapa keuntungan antara lain sebagai pemasok hara tanah dan meningkatkan retensi air. Penelitian ini dilaksanakan di LAB Unri dan lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraiaan, Jl Tuanku Tambusai, Rambah, Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu Riau. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, masing-masing perlakuan di ulang 3 kali sehingga di peroleh 15 unit penelian. Pada setiap unit penelitian terdiri dari 4 sampel bibit tanaman cabai rawit 60 satuan pengamatan sehingga di peroleh konsentrasi pupuk bokasi kotoran ayam broiler yaitu : Po : Pupuk bokasi kotoran ayam broiler 0 g/polybag P1 : Pupuk bokasi kotoran ayam broiler 500 g/polybag P2 : Pupuk bokasi kotoran ayam broiler 600/polybag P3 : Pupuk bokasi kotoran ayam broiler 700 g/polybag P4 : Pupuk bokasi kotoran ayam broiler 800 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi analisis kandungan unsur hara bokasi kotoran ayam broiler, tinggi tanaman, lebar daun, diameter tanaman, umur berbunga, umur panen dan bobot buah segar. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis pupuk bokasi kotoran ayam broiler berpengaruh nyata pada parameter pengamatan umur berbunga, umur panen pertama dan bobot buah segar dengan pemberian dosis 800 g dan pada bobot buah segar pada dosis 700 g, namun berpengaruh tidak nyata pada parameter pengamatan tinggi tanaman, lebar daun dan diameter batang.
Downloads
References
Cahyono, B. 2003. Cabai Rawit Teknik Budidaya Dan Analisis Usaha tani. Kanisius. Jakarta.
Efendi Simanungkalit et al 2012. Pengaruh Dosiss Pupuk Kandang Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Rawit Di Tanah Gambut. Universitas Tanjungpura. Pontianak.
Emeli kristina kiha et al 2021 pemamfaatan limbah ayam broiler sebagai pupuk organik pada usaha sayuran
Firdaus, F. 2011. Kualitas Pupuk Kompos Campuran Kotoran Ayam Dan Batang Pisang Menggunakan Biaktivator Mol Tapai. Bogor: IPB.
Huda, M.K. (2013). Pembuatan Pupuk Organik Cair Dai Urin Sapi Dengan Aditif Tetes (Molasse) Metode Fermentasi. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
Indriani.2004. Membuat Kompos secara Kilat. Penebar Swadaya. Jakarta.
Kenzi. 2012. Pupuk Bokashi. Diakses dari http://kenzi17.blokspot.com/2012/12/ pupuk- bokashi.html?m=1., pada tanggal 20 Juni 2025.
Kusnadi, J., Andayani, D. W., Zubaidah, E., dan Arumingtyas, E. L. (2019). Ekstraksi senyawa bioaktif cabai rawit (Capsicum frutescens L.) menggunakan metode ekstraksi gelombang ultrasonik. Jurnal Teknologi Pertanian, 20(2), 79–84
Langi, S. R. 2017. Pengaruh Imbangan Feses Ayam dan Limbah Jamu Labio-1 terhadap rasio c/n kompos. Skripsi, fakultas Peternakan Universitas Hasanudin Makasar.
Lingga dan Marsono. 2003. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta
Meriyanto et al. 2021. Aplikasi Pupuk Bokashi Kotoran Ayam pada Tanaman Jagung Ketan (Zea mays ceratina) Jurnal Agroekotek (13) 1 74-81, 2021 Fakultas Pertanian Universitas Tridinanti Palembang
Putra, I., Hadianto, W., dan Ariska, N. 2021. Respon pemberian pupuk organik cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas cabe rawit (Capsicum frutencens L var. Cengek). Jurnal Agrista, 25(1), 39–49.
