UJI KUALITATIF FORMALIN TAHU KUNING DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN RAMBAH KABUPATEN ROKAN HULU
DOI:
https://doi.org/10.30606/sungkai.v14i1.3148Keywords:
Tahu Kuning, Formalin, OrganoleptikAbstract
Tahu kuning merupakan salah satu jenis tahu yang banyak beredar di masyarakat.
Kandungan protein dalam tahu, memang masih kalah dibandingkan lauk pauk hewani,
seperti telur, daging dan ikan. Namun, dengan harga yang lebih murah, masyarakat
cenderung lebih memilih mengkonsumsi tahu sebagai bahan makanan pengganti protein
hewani untuk memenuhi kebutuhan gizi. Tahu ini dapat bertahan selama kurang lebih tiga
hari dalam suhu kamar yaitu 25-30
C dan tanpa menggunakan bahan pengawet. Karena
tahu mudah rusak maka ada beberapa produsen menggunakan bahan pengawet kimia guna
memperpanjang daya simpan dan untuk menghambat kerusakan pada tahu. Salah satu
bahan pengawet yang sering digunakan yaitu bahan pengawet kimia formalin. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin yang terdapat pada tahu
kuning yang di jual di pasar tradisional Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu.
Berdasarkan hasil penilaian organoleptik dari 5 sampel 4 memiliki ciri-ciri berformalin dari
tekstur, aroma dan warna (menurut peniliaian panelis), tetapi pemeriksaaan uji test kits
formalin tidak mengandung formalin yaitu PS, PB, PM, PG, dan PMN
Downloads
References
Kiroh, N., Tiwow, G., Paat, V., dan Ginting, A. (2019). Analisis Formalin Pada Tahu Yang Beredar di Pasar Tomohon, Pasar Tondano dan Pasar Karombasan. Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical), 2(1), 78-84.
Mudzkirah, I. (2016). Identifikasi Penggunaan Zat Pengawet Boraks dan Formalin Pada Makanan Jajanan di Kantin UIN Alauddin Makassar Tahun 2016. IOSR Journal of Economics and Finance, 3.
Purwanti, S., dan Lestari, P. (2014). Studi Keberadaan Formalin dalam Tahu Kuning di Kota Malang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 3(1), 45-53.
Pusparini, I. D., dan Triyantoro, B. (2018). Deskripsi Kadar Formalin pada Tahu Putih yang Dijual di Pasar Segamas Kabupaten Purbalingga Tahun 2017. Buletin Keslingmas, 37(2), 117-125.
Putra, I. H., Setyawan, B., Ulfa R. 2020. Identifikasi Formalin dan Boraks pada Produk Bakso di Kecamatan Banyuwangi. Artikel Teknologi Pangan dan Ilmu Pertanian Vol.2(3):21-31.
Rahmawati, H. (2017). Identifikasi Kandungan Formalin Pada Ikan Asin Yang Dijual Kawasan Sukarame Bandar Lampu. Skripsi Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Intan, 56-57.
Sari, A. N., dan Nisa, C. P. K. (2022). Uji Kandungan Formalin Pada Tahu Putih Di Kota Banda Aceh Dan Kabupaten Aceh Besar. AMINA, 4(1), 1-6.
Wahyono, B. S., Hersoelistyorini, W., Suyanto, A. (2016). Identifikasi Penggunaan Formalin Pada Tahu Putih Di Pasar Kedungmundu Dan Randusari Semarang. Jurnal Pangan Dan Gizi, 6(1), 1–11.
Wulandari, A., dan Nuraini, F. (2020). Hasil Uji Penggunaan Boraks dan Formalin Pada Makanan Olahan. Infokes, 10(1), 279-288
Yanti, E. F., Usman, M. R., Anggraeni, D., dan Soleh, A. A. P. M. (2025). Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Formalin Pada Tahu Putih dan Tahu Kuning: Qualitative and Quantitative Analysis Of Formalin Content In White Tofu And Yellow Tofu". Jurnal Farmasi Dan Manajemen Kefarmasian, 4(1), 1-7.
