DETEKSI KEHADIRAN MIKROBA INDIKATOR COLIFORM PADA AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN TAMBUSAI TENGAH, KECAMATAN TAMBUSAI KABUPATEN ROKAN HULU

Authors

  • Al Muzafri

Keywords:

Air minum, Coliform, isi ulang

Abstract

Air merupakan kebutuhan manusia yang paling penting. Jumlah air yang terdapat pada tubuh manusia mencapai 68% dan untuk tetap hidup kadar air dalam tubuh harus dipertahankan. Kebutuhan air minum setiap orang bervariasi mulai dari 2,1 liter hingga 2,8 liter perhari. Semakin hari jumlah penduduk semakin bertambah, begitu juga dengan keubutuhan air, termasuk air minum. Pertumbuhan penduduk yang semakin padat menyebabkan rendahnya kemampuan tanah untuk menyerap air karena perubahan tata guna tanah yang tidak terkendali sebagai dampak kepadatan penduduk. Air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi harus memenuhi persyaratan yang meliputi syarat fisik, kimia dan bakteriologis. Syarat fisik kualitas air minum meliputi warna, rasa, kekeruhan dan bau. Syarat kimia kualitas air minum dengan melihat keberadaan senyawa yang membahayakan yaitu timbal, tembaga, raksa, perak, kobalt, sedangkan syarat bakteriologis kualitas air minum ini dapat dilihat dari ada tidaknya bakteri coliform pada Air. Air minum harus aman diminum yang artinya bebas mikroba patogen dan zat berbahaya dan diterima dari segi warna, rasa, bau dan kekeruhannya .Syarat bakteriologis air minum menurut peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/Menkes/SK/IV/2010 adalah air minum tidak boleh mengandung bakteri patogen. Bakteri patogen adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit terutama penyakit saluran pencernaan. Salah satunya yaitu bakteri coliform. Sehingga perlu diadakan peneltian mengenai kemungkinan cemaran mikroorganisme pathogen pada air minum isi ulang tersebut. Keberadaan bakteri Coliform tertinggi di temukan pada sample ST2 dengan 2,3 x 104  , sedangkan Keberadaan bakteri Coliform terendah pada sample ST1 dengan 1,3 x 103 Departemen kesehatan R.I. 2004 angka tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan, karena masih dibawah total koloni maksimum yaitu 5 x 105 cfu/ml.

Downloads

Download data is not yet available.

Additional Files

Published

2021-08-30