DETERMINAN PEMANFAATAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA WANITA USIA REPRODUKSI: ANALISIS BERDASARKAN MODEL PRECEDE–PROCEED.

Authors

  • Dewi Anggraini Universitas Malahayati
  • Wayan Aryawati
  • Marita Pratami

DOI:

https://doi.org/10.30606/jmn.v14i2.4982

Keywords:

WUS, Kesehatan Reproduksi, Dukungan suami, precede proceed model, AKDR

Abstract

AKDR sebagai metode kontrasepsi jangka panjang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas pelayanan keluarga berencana, mendukung pengambilan keputusan yang tepat oleh pasangan usia subur, serta berkontribusi dalam menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan. Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) di Indonesia masih rendah meskipun merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, aman, dan reversibel. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi penggunaan AKDR pada wanita usia subur di wilayah kerja Puskesmas Rejosari Kabupaten Pringsewu Tahun 2026. Penelitian kuantitatif dengan desain case control melibatkan 105 responden, terdiri atas 35 akseptor AKDR dan 70 non-AKDR yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan regresi logistik sederhana, dan multivariat menggunakan regresi logistik ganda, dilanjutkan dengan uji confounding dan interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, persepsi, dukungan suami, dan sosial budaya berhubungan signifikan dengan penggunaan AKDR (p<0,05), sedangkan paritas tidak berhubungan signifikan (p=0,174). Analisis multivariat menunjukkan dukungan suami merupakan faktor paling dominan (aOR=25,252; p<0,001), diikuti pengetahuan (aOR=19,413; p=0,002) dan sosial budaya (aOR=13,023; p=0,019). Variabel sikap, persepsi, dan paritas merupakan confounder, sedangkan uji interaksi menunjukkan tidak terdapat interaksi antara pengetahuan dan dukungan suami (p=0,087) maupun antara dukungan suami dan faktor sosial budaya (p=0,369). Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan edukasi kesehatan reproduksi, konseling pasangan, serta dukungan sosial budaya dalam meningkatkan penggunaan AKDR, sekaligus memberikan dasar ilmiah bagi penelitian selanjutnya dalam pengembangan media edukasi kesehatan reproduksi berbasis Conversational Artificial Intelligence (AI)

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aggarwal, A., Tam, C. C., Wu, D., Li, X., & Qiao, S. (2023). Artificial intelligence-based chatbots for promoting health behavioral changes: Systematic review. Journal of Medical Internet Research, 25, e40789. https://doi.org/10.2196/40789

Church, A. C., Ibitoye, M., Chettri, S., & Casterline, J. B. (2023). Traditional supports and contemporary disrupters of high fertility desires in sub-Saharan Africa: A scoping review. Reproductive Health, 20, 86. https://doi.org/10.1186/s12978-023-01627-7

Cohen, M. K., Kent, C. K., Yang, T., Gottardy, A. J., Leahy, M. A., Spriggs, S. R., et al. (2024). U.S. selected practice recommendations for contraceptive use, 2024. MMWR Recommendations and Reports, 73, 1–80.

Dey, D., Haque, M. S., Islam, M. M., Aishi, U. I., Shammy, S. S., Mayen, M. S. A., et al. (2025). The proper application of logistic regression model in complex survey data: A systematic review. BMC Medical Research Methodology, 25. https://doi.org/10.1186/s12874-024-02454-5

Fatimatuzzahra, A., Kurniawati, D., & Rahmawati, I. (2023). Factors relating to the low interest in intrauterine device contraceptive methods. Pediomaternal Nursing Journal, 9, 79–84. https://doi.org/10.20473/pmnj.v9i2.33079

Green, L. W., Gielen, A. C., Ottoson, J. M., Peterson, D. V., & Kreuter, M. W. (Eds.). (2022). Health program planning, implementation, and evaluation: Creating behavioral, environmental, and policy change. Johns Hopkins University Press.

Hall, J., Chawla, M., Watson, D., Jacob, C. M., Schoenaker, D., Connolly, A., et al. (2023). Addressing reproductive health needs across the life course: An integrated, community-based model combining contraception and preconception care. The Lancet Public Health, 8, e76–e84. https://doi.org/10.1016/S2468-2667(22)00254-7

Hardiani, H., & Junaidi, J. (2024). The dynamics of long-acting reversible contraception (LARC) choices in rural Jambi: Socio-economic perspectives. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah, 12, 31–46.

Hatifah, R., & Eka, F. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan alat kontrasepsi di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9, 45–52.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, pelayanan kontrasepsi, serta pelayanan kesehatan seksual. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Presiden Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang kesehatan. Presiden Republik Indonesia.

Qoiriyah, S., & Sari, N. (2023). Pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan wanita usia subur tentang KB IUD. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4, 5885–5890.

Tiyas, A. H., Amin, A., Anwar, E., et al. (2025). Sociodemographic and psychosocial factors influencing long-term contraceptive method (LTCM) uptake among Indonesian women: A mixed-methods study. Journal of Current Health Sciences, 5, 185–194.

Wardani, F. (2019). The factors correlating to the usage of long-term contraception method (MKJP) especially IUD in the domain of Society Health Center Simpang Baru Pekanbaru City. KnE Life Sciences, 4, 27.

Downloads

Published

2026-10-01

How to Cite

Anggraini, D., Aryawati, W., & Pratami, M. (2026). DETERMINAN PEMANFAATAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA WANITA USIA REPRODUKSI: ANALISIS BERDASARKAN MODEL PRECEDE–PROCEED. Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan, 14(2), 171–178. https://doi.org/10.30606/jmn.v14i2.4982

Similar Articles

<< < 11 12 13 14 15 16 17 18 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.