FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI TPMB SITI NURCAHYANINGSIH

Authors

  • Nurul Hidayati Institut Teknologi, Sains dan Kesehatan RS dr.Soepraoen Malang
  • Nila Widya Keswara Institut Teknologi, Sains dan Kesehatan RS dr.Soepraoen Malang

DOI:

https://doi.org/10.30606/jmn.v14i1A.4742

Keywords:

metode kontrasepsi jangka panjang , tingkat pengetahuan , dukungan pasangan , wanita usia subur

Abstract

Di antara berbagai pilihan alat kontrasepsi, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) diklaim sebagai opsi ber-KB dengan daya tekan angka kelahiran paling kuat sekaligus penopang keberlanjutan program keluarga berencana. Kenyataannya, pemanfaatan MKJP di tanah air belum optimal dan masih kalah jauh dibandingkan pemakaian kontrasepsi jangka pendek. Kondisi ini menyimpan konsekuensi serius sebab minimnya pemakaian MKJP membuka peluang lebih besar terjadinya kegagalan kontrasepsi, yang ujungnya berisiko menimbulkan kehamilan tak terencana. Riset ini disusun guna menelusuri faktor-faktor yang berkontribusi signifikan terhadap masih rendahnya angka pemakaian MKJP pada wanita usia subur. Desain yang dipakai berupa studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 35 wanita usia subur yang dijaring memakai teknik purposive sampling. Sembilan variabel diteliti, meliputi pengetahuan, jenjang pendidikan, usia, jumlah paritas, kelengkapan sarana-prasarana KB, kemudahan menjangkau fasilitas kesehatan, kondisi sosial ekonomi, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan pasangan. Pengujian hubungan antarvariabel memakai uji Fisher's Exact Test pada ambang kemaknaan p < 0,05, didahului analisis univariat. Temuan memperlihatkan mayoritas responden, yaitu 85,7%, belum menjadikan MKJP sebagai pilihan kontrasepsinya. Dari sembilan variabel yang diuji, hanya dua yang terbukti berhubungan signifikan dengan pemilihan MKJP, yaitu tingkat pengetahuan (p = 0,001) dan dukungan pasangan (p = 0,049), sedangkan tujuh variabel lain — pendidikan, usia, paritas, kelengkapan sarana-prasarana, akses fasilitas kesehatan, status sosial ekonomi, dan dukungan petugas kesehatan — tidak menunjukkan keterkaitan bermakna. Simpulannya, pengetahuan dan dukungan pasangan menjadi penentu utama rendahnya pemakaian MKJP, sehingga penguatan edukasi seputar MKJP serta pelibatan aktif pasangan dalam sesi konseling KB perlu dijadikan agenda prioritas pada layanan kesehatan reproduksi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dinas Kesehatan Kota Malang. (2024). Profil Kesehatan Kota Malang 2023. Malang : Dinas Kesehatan Kota Malang https://dinkes.malangkota.go.id/wp-content/uploads/sites/104/2025/07/Profilkes-Kota-Malang-2024.pdf

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2023). Profil Kependudukan dan Pembangunan di Indonesia. Jakarta: BKKBN.

Kementerian Kesehatan RI. (2024). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta.

https://kemkes.go.id/id/survei-kesehatan-indonesia-ski-2023

Pertiwi, F. D., Susanti, A. I., & Mandiri, A. (2018). Faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang pada wanita usia subur di Puskesmas Jatinangor. Jurnal Sistem Kesehatan, 3(4), 183–189.

Rahayu, T. B., Nurdiana, N., & Putri, A. M. (2020). Hubungan pengetahuan dan sikap wanita usia subur dengan pemilihan kontrasepsi MKJP di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kebidanan Indonesia, 11(2), 45–54.

Sulistyawati, A. (2021). Pelayanan Keluarga Berencana. Jakarta: Salemba Medika.

Irianto, K. (2019). Pelayanan Keluarga Berencana: Dua Anak Lebih Baik. Bandung: Alfabeta.

World Health Organization (WHO). (2020). Family Planning: A Global Handbook for Providers. Geneva: WHO Press.

Yanti, D., Sulistianingsih, A., & Furqoni, P. D. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan minat wanita usia subur terhadap penggunaan MKJP di Puskesmas Pringsewu. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(1), 12–23.

Sitorus, P. E. P. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Oleh PUS Di Wilayah Kerja Puskesmas PAAL X Kota Jambi Tahun 2023. Skripsi Sarjana, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi, Jambi.

Anggraini, M. Y., Kusumastuti, I., & Novita, A. (2024). Determinan Minat Pasangan Usia Subur (PUS) dalam Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(03), 225–239.

Noriani, N. K. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akseptor KB dalam Pemilihan Kontrasepsi MKJP di Tempat Praktek Mandiri Bidan Jaba Kelurahan Kesiman Denpasar Timur. Jurnal Medika Usada, 6(2), 1–7.

Wahyuningtyas, R. S., Kristianti, S., & Wijayanti, L. A. (2022). Hubungan Pengetahuan Akseptor dengan Keikutsertaan Menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Al-Insyirah Midwifery: Jurnal Ilmu Kebidanan.

Simanjuntak, C., & Hutapea, R. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya pemilihan kontrasepsi jangka panjang. Jurnal Ilmiah Bidan, 6(2), 45-53.

Wahyuni, S., Lestari, D., & Pratiwi, A. (2022). Penyebab utama kurangnya minat penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah, 17(1), 112-120.

Rosa, R. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang pada Pasangan Usia Subur. Journal of Applied Health, 3(1), 12-20.

Downloads

Published

2026-08-29

How to Cite

Hidayati, N., & Keswara, N. W. (2026). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI TPMB SITI NURCAHYANINGSIH. Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan, 14(1A), 224–231. https://doi.org/10.30606/jmn.v14i1A.4742

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.