HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS TERHADAP KEJADIAN ABORTUS DI RSUD ROKAN HULU TAHUN 2023

Authors

  • Ermiza Universitas Pasir Pengaraian
  • Misna Sari Universitas Pasir Pengaraian

DOI:

https://doi.org/10.30606/jmn.v14i1A.4512

Keywords:

abortus, Umur, paritas, kehamilan, case-control

Abstract

Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih sering terjadi dan dapat berdampak pada kesehatan ibu. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan kejadian abortus, di antaranya umur ibu dan paritas. Faktor-faktor tersebut sering dikaitkan dengan kondisi biologis dan kesiapan reproduksi ibu selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur ibu dan paritas dengan kejadian abortus di RSUD Rokan Hulu tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan case-control. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang tercatat dalam rekam medis di RSUD Rokan Hulu tahun 2023. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang terdiri dari 50 kelompok kasus (ibu dengan kejadian abortus) dan 50 kelompok kontrol (ibu yang tidak mengalami abortus). Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien. Variabel independen dalam penelitian ini adalah umur ibu dan paritas, sedangkan variabel dependen adalah kejadian abortus. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok kasus terdapat 41 responden (82%) dengan umur reproduksi sehat dan 9 responden (18%) dengan umur reproduksi tidak sehat, sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 37 responden (74%) dengan umur reproduksi sehat dan 13 responden (26%) dengan umur reproduksi tidak sehat. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu dengan kejadian abortus (p = 0,47; OR = 1,6). Pada variabel paritas, kelompok kasus dengan paritas tidak berisiko sebanyak 26 responden (52%) dan paritas berisiko sebanyak 24 responden (48%), sedangkan pada kelompok kontrol paritas tidak berisiko sebanyak 22 responden (44%) dan paritas berisiko sebanyak 28 responden (56%). Hasil analisis chi-square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian abortus (p = 0,38; OR = 0,54). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur ibu dan paritas dengan kejadian abortus di RSUD Rokan Hulu tahun 2023. Upaya pencegahan abortus perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan kualitas pelayanan antenatal care dan deteksi dini faktor risiko kehamilan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adeniran, A. S., & et al. 2015. Spontaneous Abortions Miscarriage : Analysis of case at tertiary center in North Central Nigeria. Jurnal of Medicine in The Tropics, 22-16.

Bendatu, M. 2015. Metodologi penelitian Kesehatan. Swarjana. Pt Andi Ofset. Depkes RI. 2017. Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Depkes RI

Cunningham, F. (2018). Williams Obstetrics. New York: McGraw Hill.

Diyah,A. 2020. Hubungan Umur Dan Paritas Dengankejadian Abortus: Studi LiteratureReview.Universitas Aisyiyah Yogyakarta. http://digilib.unisayogya.ac.id/5973/1/1910104058_Angraini_Naskah%20P ublikasi%20 - %20Diyah%20Ayu.pdf. Diakses pada 2 Febuari 2023.

Elvira, J. 2013. Hubungan umur ibu hamil dengan kejadian abortus di RSUD Rokan Hulu. Universitas Pasir Pengaraian. Jurnal Maternity and neonatal Vol 1 No 2 2013.

Emzir, 2014. Analisis data. Depok. Fajar intapertama Mandiri

Fajria, L. (2013). Analisis Faktor Resiko Kejadian Abortus Di RSUP Dr. M. Djamil Padang . Ners Jurnal Keperawatan, 2.

Handayani, E. Y. (2015). Hubungan Umur dan Paritas Dengan Kejadian Abortus Di RSUD Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Maternity and Neonatal , 249.

Heryanti. (2018). Hubungan Umur Dan Paritas Ibu Hamil Dengan Kejadian Abortus Inkumplit Di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2017 Jurnal Kesehatan Palembang,I

Janiwarty, dkk. 2013. Pendidikan psikologi untuk bidan. Yogyakarta. Andi Offset.

Junita, E (2013). Hubungan Umur dan Paritas Dengan Kejadian Abortus Di RSU Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Maternity and Neonatal , 249.

Jyoshma, P. Dkk. 2017. Prevalence Of Congenital Anomaly In A Tertiary Care

Hospital In Coastal Karnataka: A Three Year Retrospective Study. International Journal of Recent Scientific Research Vol. 8, Issue, 12, pp. 22289-22291, December, 2017

Kurniasih, N., & Modjo, R. 2015, 09 1. Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus pada Pekerja Wanita di PT X Kabupaten Sumedang propinsi Jawa Barat tahun 2013. Dipetik 12 11, 2016, dari Lib.UI.ac.id: ac.id

Kementerian Kesehatan RI. (2020). Profil Kesehatan Indonesia.

Lisani, R.s. 2013. faktor-faktor apakah yang berpengaruh terhadap kejadian abortus di Rumah Sakit Prikasih Tahun 2013. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Linda, dkk (2006). The Reproduktive system at at a Glance. Yoyakarta: Penerbit Erlangga.

Linda. (2018). Faktor Determinan Kejadian Abortus pada Ibu Hamil di RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Jurnal Ilmiah Ilmu - ilmu Kesehatan, 85 - 100.

Mayana, Dkk. 2016. Hubungan antara umur dan paritas dengan kejadian abortus pada ibu di RSIA. Jurnal Darul Azhar Vol 1 No 1 Feb – Juli 2016

Neolaka, A. 2016.Metode penelitian dan statistik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Prawirohardjo, S. (2016). Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka.

Sitti H. 2013. Faktor Risiko Kejadian Abortus Di Rsud Dr. Chasan Boesoirie Ternate Provinsi Maluku Utara. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar. 2013

Who, 2013. Comprehensive cervical cancer prevention and control a healthier future for girls and women. WHO Library Cataloguing - in - Publication Data.

Downloads

Published

2026-08-31

How to Cite

Ermiza, & Sari, M. (2026). HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS TERHADAP KEJADIAN ABORTUS DI RSUD ROKAN HULU TAHUN 2023. Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan, 14(1A), 369–375. https://doi.org/10.30606/jmn.v14i1A.4512

Similar Articles

<< < 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.