PENGARUH PENYULUHAN POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) BERBASIS DIGITAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PCOS SISWI DI SMA NEGERI 1 SEDAYU

Authors

  • Laila Annisa Isnaeni Univertias Aisyiyah Yogyakarta
  • Dhesi Ari Astuti Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.30606/jmn.v14i1.4435

Keywords:

Polycystic Ovary Syndrome, Digital Counseling, Knowledge, Female Adolescent

Abstract

Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) adalah gangguan endokrin yang sering terjadi pada wanita usia reproduktif, termasuk remaja putri, dan dapat menyebabkan dampak jangka panjang seperti infertilitas, gangguan metabolisme, dan masalah psikologis. Rendahnya tingkat pengetahuan remaja putri mengenai PCOS berpotensi menyebabkan keterlambatan deteksi dini dan pengobatan yang tepat. Penggunaan media digital sebagai sarana pendidikan kesehatan dianggap relevan dengan karakteristik remaja yang familiar dengan teknologi dan dapat meningkatkan efektivitas pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan PCOS berbasis digital terhadap tingkat pengetahuan PCOS pada siswi SMA Negeri 1 Sedayu. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test post-test satu kelompok. Sampel penelitian terdiri dari 100 siswi kelas 11 yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak. Intervensi diberikan dalam bentuk pendidikan PCOS berbasis digital melalui video edukasi, infografis, dan materi visual yang disampaikan secara terstruktur, diikuti dengan evaluasi menggunakan kuesioner pengetahuan PCOS yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Peringkat Bertanda Wilcoxon untuk membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan PCOS di kalangan siswi, dari 82,0% pada pre-test menjadi 100,0% pada post-test. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan secara statistik antara konseling PCOS berbasis digital dan peningkatan pengetahuan di kalangan siswi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konseling PCOS berbasis digital secara signifikan meningkatkan pengetahuan PCOS di kalangan siswi di SMAN 1 Sedayu (p = 0,000). Konseling kesehatan berbasis digital dapat menjadi media pendidikan alternatif yang efektif dan inovatif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja putri di era digital ini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arzewiniga, F., & Zulkarnain, Z. (2025). Penyuluhan komunikasi berbasis digital sebagai upaya peningkatan kapasitas masyarakat Kecamatan Bengkalis di era transformasi teknologi. Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ), 2(3), 7742–7749.

Eff, A. R. Y., Rahayu, S. T., & Lena, A. P. (2022). Upaya pencegahan penyakit sindrom metabolik sejak remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 2(3), 255–260.

Fatikhah, Z. S. P. (2025). Pengaruh website mengenai PCOS terhadap pengetahuan tentang Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) pada remaja putri di SMAN 1 Gamping. Jurnal Keperawatan Terapan.

Kasmara, D. P. (2023). Peran bidan dalam memberikan promosi kesehatan terhadap SADARI pada remaja putri di UPT Puskesmas Sigumpar. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), 2(2), 34–40.

Lutfial Umi, A., & Sudrajat, A. (2024). Peran komunikasi penyuluh pertanian dalam mengenalkan teknologi digital Petani Apps kepada petani di Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Jurnal Riset Mahasiswa Dakwah dan Komunikasi, 6(1), 11–22. https://doi.org/10.15575/jrmdk.v6i1.2723

Maryati, D. D., & Umar, U. (2025). Efektivitas penyuluhan berbasis digital dalam mendukung inovasi pertanian berkelanjutan di Kecamatan Seteluk. Empiricism Journal, 6(3), 1084–1090. https://doi.org/10.36312/ej.v6i3.3069

Nuzul, Rahmayani, R., Meilina, R., & Jannah, M. (2023). Pengaruh penyuluhan kesehatan tentang Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) terhadap pengetahuan remaja putri di SMA Negeri 4 Kota Banda Aceh. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 9(1), 489–498.

Oktavia, R., Lanita, U., Siregar, S. A., Reskiaddin, L. O., & Perdana, S. M. (2024). Pengaruh edukasi kesehatan tentang Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) melalui media sosial terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri di Madrasah Aliyah Laboratorium Jambi. Jurnal Kesmas Jambi, 8(2), 81–93.

Prayuda, A. (2024). Peranan penyuluh pertanian dalam mengenalkan aplikasi Teman Tani Pintar (TTP) sebagai media percepatan komunikasi penyuluhan pertanian di Desa Air Joman Baru Kecamatan Air Joman. NEPTUNUS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(4), 43–50. https://doi.org/10.33007/nps.v2i4.563

Putro, F. H. A. (2020). Komunikasi berbasis digital sebagai media penyampaian informasi kesehatan di Posyandu Melati 3. Intelektiva: Jurnal Ekonomi, Sosial & Humaniora, 1(8), 154–162. https://doi.org/10.54371/intelektiva.v1i8.531

Sabilirrasyad, A., Kamil, A., & Ulinnuha, M. (2023). Penyuluhan berbasis digital untuk meningkatkan literasi masyarakat di era Society 5.0. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mandala (PPM Mandala), 2(3), 225–234. https://doi.org/10.36596/ppm.v2i3.965

Said, H., Fedre, R. W., Hernandez, S., Rodriguez, S. L., Mursyid, F., & Nettles, I. (2024). The prevalence and risk factors for Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) among adolescents in Indonesia: Implications for early intervention. Sriwijaya Journal of Obstetrics and Gynecology, 2(1), 84–97.

Sari, D. A., Kurniawati, E. Y., & Ashari, M. A. (2023). Skrining dan determinan kejadian sindrom ovarium polikistik (SOPK) pada remaja. Jurnal Ilmu Kebidanan, 9(2), 102–106.

Singh, S., Pal, N., Shubham, S., Sarma, D. K., Verma, V., Marotta, F., & Kumar, M. (2023). Polycystic Ovary Syndrome: Etiology, current management, and future therapeutics. Journal of Clinical Medicine, 12(4), 1454. https://doi.org/10.3390/jcm12041454

Suratini, S., Muljono, P., & Wibowo, C. T. (2021). Pemanfaatan media sosial untuk mendukung kegiatan penyuluhan pertanian. Jurnal Penyuluhan, 17(1), 44–55. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.v17i1.14891

Wahyuni, A., Cahyani, F. E., & Amalya, S. N. (2022). Upaya peningkatan kesehatan reproduksi melalui deteksi dini dan pencegahan gangguan haid serta menopause. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 6(3), 1164–1169.

Downloads

Published

2026-04-01

How to Cite

Laila Annisa Isnaeni, & Dhesi Ari Astuti. (2026). PENGARUH PENYULUHAN POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) BERBASIS DIGITAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PCOS SISWI DI SMA NEGERI 1 SEDAYU. Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan, 14(1), 59–67. https://doi.org/10.30606/jmn.v14i1.4435

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.