HUBUNGAN PEMERIKSAAN FISIK RUTIN BAYI BARU LAHIR DENGAN DETEKSI DINI KELAINAN KONGENITAL DI KLINIK BIDAN RISMALA KOTA KISARAN TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.30606/jmn.v13i2A.4053Keywords:
Pemeriksaan Fisik Rutin, Bayi Baru Lahir, Deteksi Dini, Kelainan KongenitalAbstract
Latar Belakang : Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sekitar 3–6% bayi di dunia lahir dengan kelainan kongenital, dan kondisi ini menyumbang sekitar 276.000 kematian bayi baru lahir setiap tahun. Di Indonesia, angka kejadian kelainan kongenital masih cukup tinggi dan menjadi salah satu penyebab utama masalah kesehatan serta kematian pada bayi baru lahir. Pemeriksaan fisik rutin terhadap bayi yang baru lahir adalah langkah penting dalam mendeteksi dini adanya kelainan yang mungkin terjadi sejak lahir. Pemeriksaan ini mencakup evaluasi secara menyeluruh dari kepala sampai kaki, termasuk pemeriksaan kulit, kepala, mata, telinga, mulut, dada, perut, bagian kemaluan, anggota badan, hingga refleks saraf. Melalui pemeriksaan fisik yang komprehensif dan dilakukan secara rutin oleh tenaga kesehatan, berbagai kelainan seperti kelainan jantung bawaan, bibir sumbing, kaki pengkor, atau gangguan metabolik dapat terdeteksi sejak dini. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara pemeriksaan fisik rutin bayi baru lahir dengan deteksi dini kelainan kongenital di Klinik Bidan Rismala Kota Kisaran Tahun 2025. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional (potong lintang), yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati variabel bebas (pemeriksaan fisik rutin bayi baru lahir) dan variabel terikat (deteksi dini kelainan kongenital) pada waktu yang bersamaan. Hasil Penelitian : Berdasarkan uji statistik Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,038 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pemeriksaan fisik rutin bayi baru lahir dengan deteksi dini kelainan kongenital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mendapatkan pemeriksaan fisik secara lengkap dan rutin memiliki peluang lebih besar untuk terdeteksi lebih awal jika terdapat kelainan kongenital. Hal ini menegaskan pentingnya pemeriksaan fisik menyeluruh sebagai langkah pertama dalam upaya pencegahan komplikasi jangka panjang serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan neonatal.
Downloads
References
Amani, F. Z., Wardhana, M. P., Cininta, N. I., et al. (2023). Clinical Characteristic of Congenital Fetal Anomaly in Tertiary Referral Hospital in East Java, Indonesia. IIMJ – Universitas Nahdlatul Ulama SurabayaBehrman, R. E., Kliegman, R. M., & Nelson, W. E. (2020). Nelson Textbook of Pediatrics (21st ed.). Philadelphia: Elsevier.
Annalysis of Neonatology. (2025). Comprehensive Study of Congenital Malformations in Newborn Babies in A Tertiary Indian Care Hospital: A Prospective Observational Study.
Cunningham, F. G., Leveno, K. J., Bloom, S. L., Dashe, J. S., Hoffman, B. L., Casey, B. M., & Sheffield, J. S. (2022). Williams Obstetrics (27th ed.). New York: McGraw-Hill Education.
Firmansyah, S. E., Pribadi, A., Pramatirta, A. Y., Rachmawati, A., & Rinaldi, A. (2023). The Success Rate for Diagnosing Congenital Anomalies During Prenatal. Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science.
Hayati, R., & Thaihutu, Y. (2025). Pattern of Congenital Anomalies in Pediatric Patients at dr. Doris Sylvanus General Regional Hospital: A One-Year Retrospective Study. The International Journal of Medical Science and Health Research, 10(4):29-44.
Kemenkes RI. (2020). Buku Panduan Deteksi Dini Kelainan Kongenital pada Bayi Baru Lahir. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial. Jakarta: Direktorat Kesehatan Anak.
Mansyur Romi, M. (2013). Preliminary study on congenital anomaly in DR. Sardjito General Hospital Yogyakarta, 1998-2002 period. (Note: earlier work).
Mukti, R. P., & Yanni, G. N. (2021). Risk Factors of Congenital Anomalie at Haji Adam Malik General Hospital and University of North Sumatera Hospital in 2017-2019. Sumatera Medical Journal.
Puspitasari, D., & Handayani, S. (2020). Hubungan pemeriksaan fisik bayi baru lahir dengan deteksi dini kelainan kongenital di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Kebidanan dan Kesehatan Reproduksi, 8(2), 101–108.
Putra, R. A. (2019). Prevalence of Congenital Anomalies on Routine Ultrasound Examination of Second and Third Trimester Pregnancy. Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science.
Rayma Hayati & Yhohan Thaihutu. (2024). Pattern of Congenital Anomalies in Pediatric Patients at dr. Doris Sylvanus General Regional Hospital. (Same as #5) – alternatif referensi.
Rahmawati, A., & Pratiwi, D. (2020). Analisis faktor yang memengaruhi keterlambatan deteksi kelainan kongenital pada bayi baru lahir. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(3), 214–221.
Romi, M. M. (2024). Preliminary study on congenital anomaly in DR. Sardjito General Hospital Yogyakarta. Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran).
Sari, N. M., & Nurhayati, E. (2021). Pemeriksaan fisik bayi baru lahir dalam upaya deteksi dini kelainan bawaan. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 5(1), 45–52.
Setyaningsih, W., & Wulandari, R. D. (2022). The Evaluation of Congenital Hypothyroidism Screening Program in Indonesia: A Literature Review. Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan, volume 7(2).
Rukmini, E. (2019). Hubungan pemeriksaan neonatal dengan deteksi dini kelainan bawaan di puskesmas. Jurnal Kebidanan Nusantara, 7(1), 55–63.
Yunani, Bustami, & Angelina. (2015). Faktor Kelainan Kongenital pada Bayi Baru Lahir di Ruang Perinatologi RSAM Bandar Lampung. Duniakesmas, E-Jurnal Malahayati.
World Health Organization (WHO). (2023). Congenital anomalies: Key facts. Geneva: WHO Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lili Yuliana Tambunan, Juliana, Nani Jahriani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







