PERTANIAN BERKELANJUTAN: FILOSOFI DAN ISU KONTEMPORER

Authors

  • Lufita Nur Alfiah Universitas Riau
  • Hasnah Faizah Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.30606/bakoba.v5i1.4257

Keywords:

pertanian berkelanjutan,, filsafat,, etika,, lingkungan

Abstract

Pertanian berkelanjutan merepresentasikan lebih dari sekadar strategi teknis untuk menjaga kelestarian sumber daya alam, namun juga refleksi mendalam atas relasi eksistensial manusia dengan alam semesta. Artikel ini menelaah dimensi filosofis dari pertanian berkelanjutan dengan mengintegrasikan etika lingkungan, filsafat ekologi dan nilai-nilai keadilan intergenerasional. Dengan mengacu pada pemikiran filsuf seperti Arne Naess, Aldo Leopold, dan Wendell Berry, artikel ini menegaskan bahwa keberlanjutan sejati mensyaratkan transformasi ontologis dan epistemologis: dari dominasi menjadi koeksistensi, dari eksploitasi menjadi kepengasuhan. Dalam menghadapi tantangan kontemporer krisis ekologi dan ketimpangan global seperti perubahan iklim, penyediaan pangan, an alienasi petani dari tanahnya, filsafat pertanian berkelanjutan menawarkan kerangka normatif dan etis yang mendalam untuk membangun masa depan yang adil dan selaras dengan tatanan ekologis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Capra, Fritjof. (1996). The Web of Life: A New Scientific Understanding of Living Systems.

Anchor Books.

Leopold, Aldo. (1949). A Sand County Almanac. Oxford University Press.

Naess, Arne. (1989). Ecology, Community and Lifestyle: Outline of an Ecosophy. Cambridge University Press.

Shiva, Vandana. (2005). Earth Democracy: Justice, Sustainability, and Peace. South End Press.

Martinez-Alier, Joan. (2002). The Environmentalism of the Poor: A Study of Ecological Conflicts and Valuation. Edward Elgar Publishing.

Altieri, Miguel A. (1995). Agroecology: The Science of Sustainable Agriculture. CRC Press. Berry, Wendell. (1990). What Are People For? North Point Press.

Budianta, Melani. (2006). “Local Knowledge and the Globalizing Environment Discourse.â€

Inter-Asia Cultural Studies, 7(1), 80–94.

Wijayanto, Agung. (2021). “Epistemologi Lokal dalam Pembangunan Pertanian Berkelanjutan.†Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 10(2), 123–135.

Rahardjo, Dawam. (2007). Etika Lingkungan Hidup: Dari Egoisme Individual ke Etika Sosial- Ekologis. LP3ES.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2020). Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020–2024. Jakarta: Kementan.

UNEP. (2021). Making Peace with Nature: A scientific blueprint to tackle the climate, biodiversity and pollution emergencies. Nairobi: United Nations Environment Programme. FAO. (2018). The Future of Food and Agriculture – Alternative Pathways to 2050. Rome:

Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Nur Alfiah, L., & Faizah , H. (2025). PERTANIAN BERKELANJUTAN: FILOSOFI DAN ISU KONTEMPORER. Bakoba : Journal of Social Science Education, 5(1), 17–22. https://doi.org/10.30606/bakoba.v5i1.4257