Main Article Content

Abstract

Briket merupakan suatu padatan yang dihasilkan melalui proses pemampatan dan pemberian tekanan, apabila dibakar akan menghasilkan sedikit asap. Briket diolah dengan system pengepresan dan menggunakan bahan perekat, sehingga berbentuk briket yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang diawali dengan studili teratur, survei, pembuatan briket, pengujian, pengolahan data dankeimpulan. Briket berhasil dicetak dengan ukuran 3 cm 3 cm x 2 cm menggunakan campuran perekat dengan komposisi 7 %. Hasil pengujian temperatur rata-rata briket tempurung kelapa sebesar 185,3 oC, briket kayu karet sebesar 114 oC, hasil perhitungan menunjukan Nilai kalor pada briket tempurung kelapa sebesar 150157, 6 joule, nilai kalor pada kayu karet sebesar 18544 joule (dengan bantuan blower), nilai kalor pada tempurung kelapa sebesar 185443,2 joule, pada kayu karet sebesar 93751 joule tanpa blower. Untuk nilai kalor pada sekam padi tidak dapat diketahui karena pada saat di bakar briket sekam padi tidak maksimal proses pembakarannya. Nilai ekonomi dari briket tempurung kelapa dengan NPV sebesarRp. 407.729 dan IRR sebesar 20 %, NPV pada briket kayu karet sebesar Rp. 254.618 dan IRR sebesar 18 % sedangkan pada briket sekam padi nilai NPV sebesar Rp. 147.596  dan IRR sebesar 16 %

Keywords

Briketbiomassa NilaiKalor NPV IRR

Article Details