https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/issue/feed Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan 2022-08-09T16:02:39+08:00 Rahmi Fitria rahmifitria@upp.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Martenity and Neonatal diterbitkan dua kali dalam setahun pada bulan April dan Oktober oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Pasir Pengaraian. Frekuensi penerbitan akan ditambah bila diperlukan</p> https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/article/view/1306 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI 2022-06-07T14:22:22+08:00 Mila Syari milasyari@helvetia.ac.id Nuriah Arma nuriaharma@helvetia.ac.id Ainun Mardhiah ainunmardhiah@helvetia.ac.id <p>Menyusui adalah salah satu modal terbaik untuk kelangsungan hidup dan meningkatkan kesehatan, perkembangan sosial, serta ekonomi setiap individu. <strong>Tujuan</strong>; penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi Tahun 2020. <strong>Metode; </strong>penelitian ini bersifat survei analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 211 responden, sampel &nbsp;&nbsp;dalam penelitian ini sebanyak 68 responden yang diambil dengan teknik <em>simple random sampling</em>. Analisa data yang digunakan yaitu menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan uji regresi logistik. <strong>Hasil; </strong>penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh perawatan payudara (p=0,018), IMD (p=0,015) dan isapan bayi (p=0,001) dan tidak ada &nbsp;pengaruh makanan ibu (p=0,674) terhadap produksi ASI pada ibu menyusui. Variabel yang paling berpengaruh terhadap produksi ASI pada ibu menyusui adalah hisapan bayi (p=0,001) dengan Exp (B) = 29,245. <strong>Kesimpulan; </strong>dalam penelitian ini menunjukkan ada pengaruh perawatan payudara, IMD, dan isapan bayi terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi, sedangkan makanan ibu tidak ada pengaruh terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi. Diharapkan tenaga kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Handil Kota Jambi dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan meningkatkan cakupan pemberian ASI Ekslusif dengan cara memberikan konseling kepada ibu menyusui dan keluarga tentang pentingnya pemberian ASI pada bayi, serta upaya yang dapat meningkatkan produksi ASI.</p> 2022-06-07T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/article/view/1194 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK PADA IBU DI KLINIK ROHUL SEHAT UNIVERSITAS PASIR PENGARAIAN KABUPATEN ROKAN HULU 2022-01-31T12:42:46+08:00 Romy Wahyuni romywahyuni170684@gmail.com Rika Herawati rikaherawatinasution@gmail.com <p>Keluarga Berencana merupakan suatu usaha untuk merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi hormonal. Kontrasepsi hormonal jenis suntikan di Indonesia semakin banyak dipakai karena efektif, praktis, murah dan aman. Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik pada ibu di Klinik Rohul Sehat Universitas Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2021. Penelitian ini bersifat <em>survey analitik</em> dengan pendekatan <em>cross sectional </em>menggunakan data primer yaitu kuesioner periode Maret-April 2021. Penarikan sampel <em>accidental sampling</em> sebanyak 50 orang. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis <em>univariat</em> dan <em>bivariat</em> dengan uji <em>Chi Square</em> dengan α=0.05. Penelitian berdasarkan hasil uji statistik <em>chi-square </em>didapati hasil adanya hubungan yang bermakna dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik ialah faktor umur nilai <em>ρ-value </em>=0,037 dimana nilai <em>ρ-value</em>&lt;α =0,05, faktor pengetahuan <em>ρ-value</em>=0,027 dimana nilai <em>ρ-value</em>&lt;α =0,05, paritas <em>ρ-value </em>=0,018 dimana nilai <em>ρ-value </em>&lt;α =0,05, dan dukungan suami <em>ρ-value</em>= 0,063 dimana nilai <em>ρ-value </em>&lt;α = 0,05. Berdasarkan&nbsp; hasil penelitian ini disarankan bagi Klinik Rohul Sehat Universitas Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu diharapkan agar dijadikan bahan masukan dalam meningkatkan pelayanan terutama pelayanan dalam memberi informasi tentang alat kontrasepsi Suntik.</p> 2022-06-07T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Romy Wahyuni, Rika Herawati https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/article/view/1213 HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI DAN SOSIAL BUDAYA DENGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUNGUS PADANG 2022-02-27T16:06:49+08:00 Rina Julianti rrinajulianti86@gmail.com Yuyun Bewelli Fahmi yuyunbfahmi8487@gmail.com <p>Kekurangan gizi dapat menimbulkan masalah kesehatan dan menurunkan kualitas SDM suatu bangsa. Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi diantaranya asupan zat gizi dan sosial budaya. Prevalensi ibu hamil risiko KEK di Indonesia sebesar 21,6 %, di Sumatera Barat sebanyak 30% ibu hamil risiko KEK dan di puskesmas Bungus sebanyak 14,7% ibu hamil yang mengalami KEK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada hubungan antara asupan zat gizi dan sosial budaya dengan status gizi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Bungus Padang tahun 2020.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain <em>cross sectional.</em> Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bungus Padang pada tanggal 7-13 Oktober tahun 2020. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik <em>simple random sampling</em> dengan jumlah responden 67 orang. Data diperoleh melalui kuesioner, dianalisis secara <em>univariat</em> dan <em>bivariat</em> dengan menggunakan uji statistik berupa <em>chi square</em> dengan α ( P &lt; 0,05).</p> <p>Hasil penelitian didpatkan 34,3% dengan resiko KEK dan 43,3% &nbsp;mempunyai asupan energi kurang, 49,3% responden mempunyai asupan protein kurang dan (61,2%) responden memiliki sosial budaya yang tidak baik. Ada hubungan yang bermakna antara energi dengan status gizi ibu hamil <em>Pvalue</em> 0,018 , ada hubungan yang bermakna antara protein dengan status gizi ibu hamil <em>Pvalue</em> 0,03 dan tidak ada hubungan yang bermakna antara sosial budaya dengan status gizi ibu hamil <em>Pvalue</em> 0,2 .</p> <p>Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara asupan energi dan protein dengan status gizi ibu hamil&nbsp; dan tidak ada hubungan antara sosial budaya dengan status gizi ibu hamil. Diharapkan kepada petugas Puskesmas Bungus Padang untuk meningkatkan penyuluhan tentang gizi yang seimbang pada ibu hamil dan petugas juga dapat memberikan contoh-contoh makanan yang bergizi seimbang pada ibu hamil.</p> 2022-06-08T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Rina Julianti, Yuyun Bewelli Fahmi https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/article/view/1308 GAMBARAN PENGGUNAAN KARTU SKOR POEDJI ROCHJATI DALAM DETEKSI DINI RISIKO TINGGI KEHAMILAN 2022-06-08T11:29:26+08:00 Nina Surya Fitri Yanti ninasfy@yahoo.com Rika Herawati rikaherawati@gmail.com Andriana andriana.midw@gmail.com <p>Penyebab utama kematian ibu adalah komplikasi dalam kehamilan dan persalinan. Kematian ibu dapat dicegah dengan pemeriksaan kehamilan dan deteksi dini risiko tinggi kehamilan dengan menggunakan suatu alat skrining sederhana yaitu Kartu Skor Poedji Rochjati (KSPR). Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em> dengan sampel sebanyak 104 orang responden. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni sampai November 2019 dengan teknik wawancara menggunakan kusioner terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bidan yang menggunakan KSPR hanya 35 orang (33,7%). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar bidan belum menggunakan KSPR karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman tentang penggunaan KSPR</p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/article/view/1312 HUBUNGAN PENDIDIKAN REMAJA DAN PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP KEJADIAN PERNIKAHAN USIA DINI DI KECAMATAN TAMBUSAI UTARA KABUPATEN ROKAN HULU 2022-06-08T15:00:44+08:00 Eka Yuli Handayani ekayulihandayani@gmail.com <p>Pernikahan dini adalah pernikahan pada umur di bawah usia reproduktif yaitu 20 tahun pada wanita dan kurang dari 25 tahun pada pria. Indonesia merupakan peringkat 10 di dunia dan peringkat kedua di ASEAN kejadian pernikahan dini. Di dunia Indonesia termasuk 10 negara tertinggi kejadian pernikahan usia dini dan nomor dua di Asean. Di Indonesia perempuan muda yang sudah menikah pada usia 7-15 tahun sebanyak 8,19%. Perempuan yang menikah pertama kali di usia dini tersebut terbanyak terjadi di Kalimantan Selatan, yakni mencapai 12,52% pada tahun 2020. Namun, angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 13,18%, sedangkan di Provinsi Riau pada hingga semester II Tahun 2018 kejadian pernikahan usia dini 1,18%. Data dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu dari 535 pernikahan terdapat 188 (35%) perempuan yang menikah di bawah usia 20 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuinya hubungan pendidikan remaja dan pendidikan orang tua terhadap kejadian pernikahan usia dini. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan jenis desain studi <em>cross sectional</em>. Populasi pada penelitian ini adalah 535 dengan sampel 210 orang yang diambil dengan cara <em>systematic random sampling</em>. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji <em>chi square.</em> Hasil penelitian ini adalah, Pendidikan remaja putri : Pvalue 0,001 dan Pendidikan Orang Tua : Pvalue 0,035. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pendidikan remaja dan pendidikan orang tua dengan pernikahan usia dini. Saran bagi petugas kesehatan agar meningkatkan pengetahuan remaja dan keluarga tentang kesehatan reproduksi remaja baik berupa penyuluhan, KIE melalui media informasi, dan PIK-KRR di sekolah</p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/article/view/1311 PANDAN WANGI DAN SELEDRI PENUMBUH RAMBUT PADA PEREMPUAN: *A REVIEW 2022-06-08T12:09:58+08:00 Andriana andriana.midw@gmail.com Sri Mandalika srimandalika7@gmail.com <p>Kerontokan rambut banyak dialami perempuan saat ini. Sebagian besar perempuan, terutama perempuan yang telah memasuki usia&nbsp; 35- &gt;60 tahun mengalami kerontokan rambut, dan juga terjadi pada perempuan berhijab. Kerontokan adalah suatu kondisi dimana rambut terlepas dari permukaan kulit dengan jumlah diluar batas normal. Diperlukan penumbuh alami rambut, mudah, dan murah di dapat di lingkungan masyarakat, Beberapa tanaman yang telah diteliti memiliki potensi sebagai perangsang pertumbuhan rambut adalah pandan wangi dan seledri. Metode karya tulis ilmiah ini dengan menggunakan artikel. &nbsp;Tujuan pembuatan artikel review ini untuk memberikan informasi mengenai manfaat tanaman pandan wangi dan seledri terutama untuk penumbuhan rambut. Diketahui hasil dari 6 artikel review bahwa pandan wangi dan seledri memiliki potensi sebagai penumbuh rambut, dan aman digunakan sebagai penumbuh alami rambut karena tumbuhan yang biasa digunakan dalam masakan. Pandan wangi dan seledri dapat digunakan sebgai alternatif penumbuh rambut alami, dan juga memiliki aroma yang wangi dan menyegarkan.</p> 2022-04-30T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/article/view/1444 HUBUNGAN PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DENGAN PENGURANGAN NYERI DISMENORRHOE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMP USIA TAMA 2022-08-05T00:22:57+08:00 suci nanda Tarigan cicitarigan86@gmail.com <p>Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood, usually from 10- 19 years. One of the signs of physical changes in young women will experience an increase in hormone levels that can cause the maturation of the breasts, ovaries, uterus and vagina and young women start menstruating. Menstruation begins between the ages of 12-15 years and lasts until the age of 45-50 years, one of the complaints most often felt by adolescents during menstruation is dysmenorrhea. The purpose of this study was to determine the relationship between giving warm compresses to reducing menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescent girls at Tama Age Junior High School. This research is a Pre-experiment with One-Group Pre- test Post-test Design. The total population is 38 female students with a sample of 25 technical respondents. The sampling used is Accidental Sampling. The independent variable is a warm compress and the dependent variable is a decrease in menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescent girls. Collecting data using a questionnaire sheet and Wilcoxon statistical test with</p> <p>= 0.05. The results showed that the dysmenorrhea pain scale before the warm compress was on the mild pain scale, namely 15 respondents (60%). And after doing a warm compress, the pain scale was 0 (no pain) i.e. 18 respondents (72%). The result of p value 0.000 (&lt;0.05), so Ha is accepted. There is a relationship between giving warm compresses to reducing menstrual pain (dysmenorrhea) in adolescent girls at Tama Age Junior High School. One way that can be done to overcome dysmenorrhea is to apply warm compresses, which are done to meet the need for comfort, reduce or relieve pain, reduce or prevent muscle spasms and provide a warm feeling in the abdominal (stomach) area.</p> 2022-08-09T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 suci nanda Tarigan https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/article/view/1372 ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY P UMUR 20 TAHUN DI PUSKESMAS WATUMALANG 2022-07-05T13:33:36+08:00 romdiyah diyahnajwa17@gmail.com Nazilla Nugraheni fikesnazila@gmail.com Chici Kurnia Putri chicikurnia@gmail.com Nur Alfiah nuralfiah.atmo@gmail.com <p>Angka Kematian Ibu (AKI) dan Kematian Bayi (AKB) masih relatif tinggi di Indonesia. Upaya pemerintah untuk mengatasi hal tersebut salah satunya adalah melalui skema Asuhan Kebidanan Komprehensif, yang meliputi pelayanan asuhan kebidanan terpadu mulai dari Kehamilan, Bersalin, Bayi Baru Lahir, Nifas, Neonatus, hingga Keluarga Berencana (KB) yang ditulis menggunakan metode SOAP dalam bentuk deskriptif dan naratif dan dilakukan pengkajian secara berkesinambungan (Continuity of Care). Tujuannya yaitu pemberian Asuhan Kebidanan Komprehensif yang dilakukan secara <em>Continuity of Care</em>. Subjek pada Laporan ini adalah Ny. P umur 20 tahun di wilayah Puskesmas Watumalang yang dilakukan pengkajian dari tanggal 15 Maret 2022 sampai tanggal 06 Mei 2022. Dari hasil pengkajian pada kehamilan yang dilakukan 3 kali, ditemukan bahwa Ny. P memiliki resiko tinggi&nbsp; yaitu Kekurangan Energi Kronik (KEK) dan TB &lt;145 cm. Pada Asuhan Ibu Bersalin Ny. P mengalami persalinan dengan Kala II Lama. Pada Asuhan BBL bayi Ny. P mengalami Asfiksia Sedang. Pada Asuhan Ibu nifas dilakukan pengkajian 3 kali dan tidak ada komplikasi. Pada Asuhan Neonatus By. Ny. P mengalami Asfiksia Sedang, dan pada Asuhan Keluarga Berencana (KB) tidak ada komplikasi dan Ibu hendak menggunakan kontrasepsi jangka panjang yaitu Implan. Kesimpulan pada pengkajian ini yaitu pelaksanaan praktik sudah sesuai dengan teori dan tidak ada kesenjangan. Saran dari pengkajian yang telah dilakukan yaitu agar terus dilakukan Pelayanan Kebidanan guna peningkatan deteksi dini dan pencegahan komplikasi</p> 2022-07-13T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 romdiyah, Nazilla Nugraheni, Chici Kurnia Putri, Nur Alfiah https://journal.upp.ac.id/index.php/jmn/article/view/1449 DETERMINAN PEMBERIAN IMUNISASI TT CATIN DI PUSKESMAS RAMBAH HILIR I TAHUN 2021 2022-08-09T16:02:39+08:00 Nana Aldriana nanaaldriana@gmail.com <p>Pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) bagi Wanita Usia Subur (WUS) adalah salah satu upaya mengendalikan infeksi tetanus yang merupakan salah satu faktor risiko kematian ibu dan bayi baru lahir. Imunisasi TT dapat diberikan pada saat seorang wanita akan menikah atau menjadi calon pengantin (TT Catin), namun tidak semua catin mendapatkannya. Terdapat beberapa determinan atau faktor-faktor yang mempengaruhinya, diantaranya adalah faktor perilaku (<em>Behavior</em> <em>Causes</em>) manusia dari tingkat kesehatan, yaitu ditentukan oleh pengetahuan, sikap, kepercayaan, dukungan keluarga dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan pemberian imunisasi TT Catin di Puskesmas Rambah Hilir I. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan <em>crossectional.</em> Sampel penelitian ini adalah wanita calon pengantin sebanyak 134 orang yang diperoleh dengan teknik <em>simple random sampling</em>. Analisis data menggunakan analisa bivariat dengan uji <em>chi square</em> dan melihat OR dari tiap determinan. Hasil penelitian ini menunjukan faktor pendidikan, pengetahuan dan faktor dukungan keluarga mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pemberian imunisasi TT Catin. Ibu berpendidikan tinggi cenderung 3,45 kali melakukan imunisasi TT Catin daripada pendidikan rendah, Ibu berpengetahuan cukup cenderung 0,04 kali melakukan imunisasi TT catin dari pada pendidikan rendah dan Ibu yang memperoleh dukungan keluarga cenderung 5,39 kali melakukan imunisasi TT catin dari yang tidak mendapat dukungan keluarga. Diharapkan kepada calon pengantin agar dapat melakukan imunisasi tetanus toksoid sebelum menikah, agar terhindar dari penyakit dan infeksi pada saat kehamilan.</p> <p><strong>&nbsp;</strong><strong>Kata Kunci : </strong>Imunisasi, Tetanus Toxoid, Calon Pengantin, Pendidikan, Dukungan &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;Keluarga, Pengetahuan</p> 2022-08-09T00:00:00+08:00 Copyright (c) 2022 Nana Aldriana