ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PEDAGANG SAYUR KELILING DENGAN PEDAGANG SAYUR YANG MENETAP DIPASAR TRADISIONAL TANGUN
DOI:
https://doi.org/10.30606/jbw.v3i2.3782Keywords:
Pendapatan, Pengeluaran, Pedagang Sayur Keliling, Pedagang Sayur Menetap, Pasar TradisionalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendapatan dan pengeluaran antara pedagang sayur keliling dan pedagang sayur yang menetap di Pasar Tradisional Tangun. Dengan menggunakan 70 responden, instrumen penelitian dinyatakan valid (Pearson Correlate > 0.2352) dan reliabel (Cronbach's Alpha > 0.60). Uji asumsi klasik menunjukkan data berdistribusi normal (Asymp. Sig. = 0.344 > 0.05), bebas multikolinearitas (Tolerance > 0.10, VIF < 10), dan bebas heteroskedastisitas (scatterplot acak). Hasil analisis menemukan perbedaan signifikan dalam pengeluaran biaya; pedagang menetap memiliki rata-rata pengeluaran lebih tinggi (Rp 4.432.300) dibandingkan pedagang keliling (Rp
3.229.000) (t = -6.555, Sig. = 0.000). Sebaliknya, pendapatan pedagang sayur keliling (Rp 4.900.000) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan pedagang menetap (Rp 3.987.100) (t = 3.365, Sig. = 0.001). Uji Levene's mengkonfirmasi homogenitas variansi untuk pengeluaran (Sig. = 0.365) dan pendapatan (Sig. = 0.085), sementara ANOVA juga mendukung perbedaan signifikan pada kedua variabel (pengeluaran F=42.973, Sig.=0.000; pendapatan F=11.325, Sig.=0.001). Disimpulkan bahwa model berjualan (keliling atau menetap) memiliki pengaruh signifikan terhadap pengeluaran dan tingkat pendapatan pedagang sayur di Pasar Tradisional Tangun.