PENGARUH KONDISI EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP PERKEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI KELURAHAN PASIR PENGARAIAN
DOI:
https://doi.org/10.30606/jbw.v3i2.3665Keywords:
kondisi ekonomi,perkembangan usaha mikro kecil menengahAbstract
UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) adalah sektor yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Selain memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), UMKM juga berperan dalam lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan. Dalam konteks ini, perkembangan UMKM dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kondisi ekonomi masyarakat. Kondisi ekonomi yang baik akan meningkatkan daya beli masyarakat, yang pada gilirannya akan mendukung pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro, kecil dan menengah. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2023 menunjukkan bahwa sektor UMKM di Indonesia berkontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. UMKM di sektor pangan merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Menurut (Rhenald, 2020), daya beli masyarakat sangat dipengaruhi oleh tingkat pengangguran dan inflasi. Jika pengangguran tinggi dan inflasi meningkat, daya beli masyarakat menurun, yang membuat konsumen lebih selektif dalam membeli produk, termasuk produk makanan dari UMKM. Laporan Bank Dunia (word bank, 2022) menyebutkan bahwa selama pandemi COVID-19, UMKM pangan mengalami penurunan pendapatan rata-rata hingga 30%, mencerminkan betapa sensitifnya sektor ini terhadap kondisi ekonomi global dan domestik. Namun, seiring pulihnya perekonomian, UMKM pangan kembali menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan, meski belum kembali ke tingkat sebelum pandemi. Salah satunya adalah terbatasnya akses pelaku UMKM di Desa Pasir Pengaraian terhadap pembiayaan. Banyak UMKM yang kesulitan mengakses modal usaha karena keterbatasan literasi keuangan dan pemahaman bagaimana mengajukan pinjaman atau fasilitas pembiayaan