Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja untuk Mewujudkan Generasi Berkualitas
DOI:
https://doi.org/10.30606/jpmm.v5i1.3779Keywords:
Kesehatan Reproduksi, Remaja, Infeksi Menular Seksual, SMA Negeri 1 Kuantan Hilir.Abstract
Masa remaja merupakan tahap transisi dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Pada fase ini, rasa ingin tahu terhadap kesehatan reproduksi sangat tinggi, namun seringkali berdasarkan informasi yang terbatas atau kurang tepat. Kondisi tersebut membuat remaja rentan mengalami masalah seperti infeksi menular seksual (IMS), perilaku seksual berisiko, kehamilan tidak diinginkan, serta dampak negatif pornografi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan reproduksi dalam meningkatkan pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Kuantan Hilir. Penyuluhan dilakukan melalui media presentasi, diskusi interaktif, serta evaluasi pre-test dan post-test. Materi meliputi remaja, pubertas, organ reproduksi, pencegahan IMS, dan bahaya pornografi. Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar siswa berpengetahuan rendah hingga sedang dengan distribusi nilai 30–50 (60,6%), serta tidak ada yang memperoleh nilai sempurna. Setelah edukasi, hasil post-test meningkat signifikan: 54,54% siswa memperoleh nilai 100, 24,24% nilai 90, dan 15,15% nilai 80, tanpa nilai di bawah 70. Edukasi terbukti efektif meningkatkan pengetahuan siswa dan menegaskan peran strategis sekolah dalam menyediakan informasi akurat serta mudah dipahami. Â
Downloads
References
Ardiansyah. (2022). Kesehatan reproduksi remaja: Permasalahan dan upaya pencegahan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diunduh dari https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/29/kesehatan-reproduksi-remaja-permasalahan-dan-upaya-pencegahan
Ayu, S. M., & Kurniawan, T. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang aborsi dengan sikap remaja terhadap aborsi di MAN 2 Kediri Jawa Timur. Unnes Journal of Public Health, 6(3), 221–227. Diunduh dari http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujph
Cherry, A. L., Baltag, V., & Dillon, M. E. (2017). International handbook on adolescent health and development. Springer.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Infodatin: Situasi kesehatan reproduksi remaja Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI.
Meilan, N., Pratiwi, R., & Sari, D. (2019). Kesehatan reproduksi remaja: Implementasi PKPR dalam teman sebaya. Wineka Media.
Naully, P. G., & Romlah, S. (2018). Prevalensi HIV dan HBV pada kalangan remaja. Jurnal Kesehatan, 9(2), 45–52. Diunduh dari http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK
Nursalam. (2016). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (Edisi ke-4). Jakarta: Salemba Medika.
Sugiyono. (2017). Penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Violita, F., & Hadi, E. N. (2019). Determinants of adolescent reproductive health service utilization by senior high school students in Makassar, Indonesia. BMC Public Health, 19(1), 1030. https://doi.org/10.1186/s12889-019-6858-x
Wahyuningsih, A., & Nurhidayati, E. (2010). Gambaran tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja pada siswa di SMP Muhammadiyah 6 Manisrenggo Klaten Jawa Tengah tahun 2010. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 3(1), 15–22.
World Health Organization. (2020). Adolescent health. World Health Organization. Diunduh dari https://www.who.int/southeastasia/health-topics/adolescent-health
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Imelda Fitr, Andika Wahyu Ramadani, Yulianti Yulianti, Dkk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.